IDC Financial Insight merilis sebuah studi tentang teknologi keuangan di Asia Pasifik, yang dianggap berkembang pesat. Berdasarkan hasil ini, UangTeman adalah salah satu dari 10 finteches di Indonesia yang dianggap telah berkembang pesat setiap tahun. UangTeman dianggap mampu memenuhi sejumlah kriteria yang ditentukan dalam penelitian berjudul IDC Fintech Fast 101.

Hasil penelitian ini menunjukkan sejumlah pemain fintech terus menunjukkan pertumbuhan di lapangan. Hasil penelitian ini dilakukan pada negara-negara di Asia Pasifik, kecuali Jepang, yang dianggap sebagai pusat pertumbuhan dalam industri fintech. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada negara-negara seperti Indonesia, Cina dan Hong Kong, India, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, dan Australia.
Penelitian ini menerapkan kerangka kerja model U, yang menilai berdasarkan Ubiquity (manfaat kehadiran), Utility (tingkat kepuasan), Usability (kegunaan). Kerangka kerja ini diperkuat oleh metrik penilaian utama, yaitu pasar yang dapat ditangani (target market), adopsi pelanggan, investasi, aliansi dan kemitraan, inovasi, perubahan kelangsungan hidup (peluang untuk bertahan hidup)), dan pemasaran (pemasaran).

Kolaborasi

Hal yang menarik dalam penelitian ini, sejak dimulai tiga tahun lalu, adalah bahwa sejumlah lembaga keuangan (perbankan, perusahaan pembiayaan, lembaga pasar modal, hingga layanan asuransi) semakin membuka diri terhadap fintech, bahkan membentuk memulai sendirian. Mereka membuka banyak peluang untuk berkolaborasi dengan dua entitas sebagai bagian dari portofolio bisnis mereka. Tentu saja mereka sangat sadar bahwa tidak semua kolaborasi akan berhasil.

Lembaga keuangan menganut prinsip "Bekerja-dengan-banyak, Sukses-dengan-satu" alias bekerja sama dengan banyak pihak, mencapai kesuksesan dengan satu kelompok. Semangat kolaborasi, tentu saja, bertujuan untuk memastikan lembaga keuangan dapat bertahan dalam perubahan pasar. Mereka mengadopsi model bisnis dari keberhasilan mitra bisnisnya untuk memastikan bahwa layanan lembaga keuangan tetap tangguh dan terus berinovasi.

Sedangkan dalam penelitian tahun ini, sejumlah perusahaan fintech semakin terbuka untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain yang bisnis intinya bukan layanan keuangan. Bahkan, banyak juga yang memiliki kemitraan dengan perusahaan pemula yang bergerak di sektor penyedia layanan teknologi.

Model kolaborasi yang dikembangkan dalam tiga tahun terakhir juga semakin banyak dilakukan tahun ini. Sementara itu, pemain fintech besar, atau mereka yang dianggap sukses dalam ekosistemnya, akan mulai beralih ke pasar baru dengan target mempengaruhi mitra mereka untuk terus bekerja bersama.

UangTeman sendiri berkomitmen untuk menyediakan layanan keuangan kelas dunia dengan menyediakan akses yang dapat diakses oleh siapa saja dan transparan dalam memberikan pinjaman. Melalui prinsip tanggung jawab sosial, UangTeman juga berkomitmen untuk membina ekosistem fintech yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat. Pengendalian risiko kondisi yang ketat juga memungkinkan UangTeman mempertahankan kualitas pinjaman yang stabil setiap bulan sehingga tetap dipercaya oleh semua pemangku kepentingan.

Pendanaan

Pada akhir Februari, UangTeman berhasil menyelesaikan putaran pendanaan Seri B2, sehingga total investasi yang diterima melalui pendanaan Seri B mencapai US $ 10 Juta. Sejumlah investor yang berpartisipasi dalam pendanaan kali ini termasuk Draper Associates, KDDI Corp, ACA Investment, dan Pegasus Tech Ventures.

Kembali ke kesuksesan UangTeman di jajaran 10 Besar Pinjaman Fintech di Indonesia dalam hal pertumbuhan perusahaan, itu menandakan kepercayaan yang cukup besar dari publik dan investor sebagai pemangku kepentingan perusahaan. Predikat itu tentu bisa menjadi referensi bagi masyarakat dalam memanfaatkan layanan pinjaman P2P fintech di Indonesia yang terus bertambah.

Ini penting karena saat ini lebih banyak platform pinjaman P2P belum memiliki legalitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan bisnis mereka. Akibatnya, banyak pelanggan fintech tidak dilindungi oleh hak dan kewajiban mereka dalam perjanjian pinjaman. Kondisi ini juga membuat OJK mengeluarkan langkah tegas untuk melindungi pelanggan dan ekosistem fintech yang ada, yaitu dengan memberlakukan moratorium pengajuan izin untuk platform pinjaman P2P. Pada Maret 2020, total 25 platform telah menerima izin dari total 161 platform. Sisanya masih merupakan platform terdaftar. UangTeman sendiri telah secara resmi memperoleh izin usaha per Mei 2019.

Adapun daftar 10 platform fintech berikut di Indonesia yang masuk dalam kategori Indonesia Top 10 Fastest Growing Fintech menurut penelitian yang dilakukan oleh IDC Financial Insight 2020 (menurut alfabet):

  1. saya
  2. Amartha
  3. Bareksa
  4. Cekaja.com
  5. DANA
  6. GO-PAY
  7. Investasikan
  8. LinkAja
  9. OVO
  10. UangTeman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here